BOLEHKAH !! kucing makan DOGfuud !!
Suatu hari ketika saya masih mahasiswa dan menjalani
koasistensi (MIIMPI) di rumah sakit hewan di Bali saya pernah didatangi oleh seorang klien
dengan membawa kucing kesayangannya yang berbulu kusam. Klien saya tersebut
mengeluh bahwa kucing kesayangannya tidak mau makan, diare dan lesu. Saya
mencoba memeriksa dan menekan bagian perut kucing tersebut. Tampaknya dia merasa kesakitan,
kemudian saya menanyakan beberapa hal kepada klien saya itu. Ternyata, sehari
sebelumnya dia memberikan makan dog food atau pakan anjing komersial kepada
kucing tersebut karena pakan komersial yang biasa dia berikan untuk kucing
tersebut habis. Hal itu tidak hanya dilakukannya sekali ini namun seringkali
bila pakan untuk kucing habis maka dia menggantikannya dengan memberikan pakan
berupa pakan anjing komersial atau dog food sampai pakan kucing komersial dapat
dia sediakan kembali, karena selain memelihara kucing ia juga memelihara
beberapa ekor anjing. Saya menyimpulkan bahwa mungkin inilah penyebab utama terjadinya
gangguan pencernaan pada kucing tersebut.
Memang seringkali pemilik hewan
kesayangan ceroboh dalam memberikan pakan pada hewan kesayangannya, utamanya
bagi mereka yang memelihara lebih dari satu jenis hewan kesayangan namun sibuk
sehingga menggunakan satu jenis pakan komersial untuk hewan kesayangan yang
berbeda-beda misalnya memberikan dog food untuk pakan kucing. Selain itu
kadang-kadang kecerobohan seperti kasus diatas dapat terjadi, Karena pakan
kucing habis maka sebagai gantinya pemilik diberikan dog food sebagai gantinya
untuk sementara waktu.
Kucing kampung seniorku
Kucing Bukan Anjing Kecil
Harus kita ingat bahwa kucing
bukanlah anjing kecil. Secara alamiah anjing di desain Tuhan sebagai omnivora
atau pemakan segala, berbeda dengan kucing yang memang di desain sebagai
karnivora atau pemakan daging. Karena itulah kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan
oleh keduanya tidaklah sama. Perbedaan utama kebutuhan diet antara keduanya
terletak pada kebutuhan akan asam lemak esensial. Asam lemak esensial merupakan
asam lemak yang diperlukan hewan namun tidak dapat dibuat atau disintesa oleh
tubuhnya sehingga harus didapatkan dari luar melalui pakan. Kekurangan atau
defisiensi asam lemak esensial dapat mengakibatkan terjadinya gangguan
kesehatan mulai dari pertumbuhan terhambat, gangguan persendian, alergi,
gangguan penglihatan, gangguan tingkah laku, gangguan jantung, peredaran darah
bahkan kerusakan hati dan ginjal.
Asam lemak
esensial yang dibutuhkan oleh anjing adalah Asam linoleat alpha (ALA) dan asam
linoleat (LA). Sementara itu selain membutuhkan ALA dan LA kucing juga
membutuhkan Asam Arakhidonat (AA). Mengapa demikian? Ternyata anjing dapat
mengubah LA menjadi AA dengan enzim tertentu di dalam tubuhnya. Karena di dalam
tubuh kucing tidak terdapat enzim yang berfungsi untuk mengubah LA menjadi AA
maka dari itu kucing tidak dapat membuat atau mensintesa AA. Untuk itulah
kucing memerlukan asupan pakan yang mengandung AA. Asam arakhidonat diperlukan
untuk melakukan respon peradangan yang diperlukan untuk sistem pertahanan
tubuh. Pada sejumlah kasus seperti alergi ditujukan untuk menekan respon
peradangan. Pada kasus yang lain respon peradangan digunakan untuk sistem
pertahanan alami tubuh. Asam arakhidonat juga membantu pertahanan kulit dia
juga diperlukan untuk proses penjendalan darah, fungsi reproduksi dan
Gastrointestinal. Apabila kucing diberikan diet berupa pakan anjing komersial
atau dog food tak ayal lagi fungsi-fungsi ini akan terganggu sehingga muncul
gangguan kesehatan yang akan membutuhkan perhatian ekstra dari pemilik.
--> pemilik dan peliharaannya harus punya chemistri
Perbedaan pakan
juga terletak pada kebutuhan akan asam amino taurin. Diketahui bahwa anjing
dapat mensintesis sendiri taurin berbeda dengan kucing yang tidak mampu
mensintesa sendiri asam amino taurin. Taurin adalah asam amino yang diperlukan
untuk membentuk empedu, kesehatan mata, dan fungsi otot jantung. Kucing
memerlukan taurin dalam jumlah tinggi untuk menjalankan fungsi tubuhnya. Masih
sedikitnya jumlah enzim yang dapat memproduksi taurin dari asam amino lain
seperti metionin dan sistein dalam tubuh kucing sehingga kucing memerlukan diet
yang mengandung taurin dalam jumlah tinggi. Defisiensi taurin dapat menimbulkan gangguan jantung
yang disebut dilated
Cardiomyophaty dan gangguan
lain seperti gangguan penglihatan dan gangguan reproduksi
Satu lagi hal yang harus
dipertimbangkan bahwasannya kucing memerlukan jumlah protein total yang lebih
tinggi dibanding dengan anjing. Hal tersebut dapat terjadi karena di
dalam hati kucing tidak mempunyai enzim untuk memecah protein. Jika diet
minimal protein yang diperlukan tidak dapat dipenuhi, kucing akan memecah
protein yang ada dalam otot. Sebagian besar hewan dapat membuat ornitin yang
diperlukan untuk membentuk arginin yang juga merupakan protein esensial
yang diperlukan hewan. Kucing akan mengalami defisiensi arginin jika tidak
cukup ornitin untuk mengikat amonia dan gejala berat seperti salivasi, ataksia,
dan mungkin kematian akibat tingginya amonia.
Pabrik pembuat pakan komersial tentulah mengetahui tentang
hal ini sehingga pakan komersial untuk kucing umumnya mengandung total protein
dan arginin lebih tinggi dan telah dilengkapi dengan bahan makanan yang
mengandung AA maupun taurin, berbeda dengan pakan komersial untuk anjing yang
tidak dilengkapi dengan bahan makanan yang mengandung AA maupun taurin
mengingat anjing dapat mensintesa sendiri AA dan taurin dalam tubuhnya. Selain
itu penambahan bahan makanan yang mengandung AA seringkali justru akan
mengakibatkan reaksi peradangan dan gatal-gatal pada anjing sehingga AA tidak
pernah ditambahkan dalam pakan komersial untuk anjing
Pakan alami
Kalau kita
memelihara kucing selain juga anjing dan meramu sendiri pakan untuk mereka
tentu saja kita harus benar-benar memperhatikan kebutuhan gizi mereka. Jangan
sampai kita memberikan pakan yang sama hanya karena menghemat waktu dan tenaga.
Hal ini benar-benar harus kita ingat sebagai ;pemilik hewan kesayangan.
Meskipun harus repot, demi kesehatan mereka kita harus mau bercapek-capek
meramu pakan yang berbeda daripada kita harus lebih repot jika merekamengalami
gangguan kesehatan kelak.
Karena anjing
adalah omnivora maka ia harus mendapatkan pakan yang bersumber dari hewan
maupun tumbuhan. Kita dapat memilih mulai dari sayur-sayuran, biji-bijian,
daging, ikan, dan lain sebagainya sedangkan kucing adalah karnivora sehingga
jika anda tidak memasukkan daftar makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
tidak akan menimbulkan masalah bagi kesehatannya. Untuk mencukupi kebutuhan
asam arakhidonat pada kucing anda perlu menyertakan daging ayam, babi maupun
minyak ikan pada diet kucing anda namun untuk anjing ketiga jenis makanan ini
hendaknya dihindari karena bisa mengakibatkan peradangan dan gatal-gatal pada
beberapa jenis anjing.
Indikator Ketepatan Diet
Salah satu
indikator ketepatan diet yang diberikan untuk hewan kesayangan anda adalah
dengan memperhatikan kulit dan bulunya. Apabila hewan kesayangan anda tidak
mendapatkan asam lemak esensial yang cukup maka akibat pertamanya nampak pada
kulit. Kulit menjadi bersisik, kering dan merah bahkan mengelupas sehingga
terajadi kebotakan di beberapa tempat. Selain itu bulu hewan kesayangan kita
tampak kusam, tidak mengkilat, tengik dan terasa berminyak
SALAM 5 menitnya itu !!!
Followme @boimlibeedow


Tidak ada komentar:
Posting Komentar